Mentan Amran Naikkan Speed Kerja 200, Salurkan Bantuan Beras untuk 33,4 Juta Warga
JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan kerja Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Target *speed kerja* Kementan dinaikkan dari 150 menjadi 200, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam keteranganny...

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan kerja Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Target *speed kerja* Kementan dinaikkan dari 150 menjadi 200, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya, Amran menyebut sejumlah langkah strategis terus dilakukan, mulai dari percepatan digitalisasi distribusi pupuk, penanaman serentak, hingga pengawasan ketat rantai pasok pangan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan sekaligus stabilitas harga pangan.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 33,4 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Penyaluran bantuan beras tahap IV disebut mulai dilakukan pada 10 Oktober 2026 melalui jaringan Bulog di kabupaten/kota.
Stok Beras Capai 5,3 Juta Ton
Kinerja sektor pangan juga ditandai dengan tingginya stok beras nasional. Berdasarkan data yang tercantum dalam pemberitaan, stok beras Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton, yang disebut sebagai salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah.
Produksi padi 2026 juga tercatat mencapai 43,89 juta ton, dengan produksi beras sekitar 34,69 juta ton.
Pemerintah turut mencatat capaian swasembada pada sejumlah komoditas, antara lain beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam, telur, gula konsumsi, dan garam.
Berantas Mafia Pangan dan Perkuat Petani
Untuk menjaga stabilitas pangan, Satgas Pangan Kementan bersama Polri dan Kejaksaan disebut telah menindak 102 pelaku yang berkaitan dengan penimbunan dan spekulasi harga pangan.
Pemerintah juga mencatat Indonesia telah mencapai kondisi swasembada jagung sehingga impor pakan jagung nonpersen dapat ditekan hingga 0 persen.
Di sisi petani, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 129,19, yang disebut sebagai angka tertinggi sejak 1992. Kenaikan tersebut dinilai menjadi indikator membaiknya daya beli dan kesejahteraan petani.
Target 600 Ribu Sapi Perah pada 2029
Pemerintah juga menargetkan pengembangan populasi 600.000 ekor sapi perah hingga 2029 guna memperkuat kemandirian susu nasional.
Program pembibitan dan pemberian insentif kepada peternak akan terus dilakukan untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Harian Merah Putih — Mengawal Kedaulatan Pangan Indonesia.