3 Kabupaten di Flores Akhiri Tanggap Darurat Gempa M 7,7, Masuk 90 Hari Fase Pemulihan
FLORES - NTT - Tiga kabupaten terdampak parah gempa bumi Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana. Ketiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Sebelumnya, masa tanggap darurat di tiga wilayah itu s...

FLORES - NTT - Tiga kabupaten terdampak parah gempa bumi Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana.
Ketiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
Sebelumnya, masa tanggap darurat di tiga wilayah itu sempat diperpanjang hingga Minggu, 28 September 2026. Sementara kabupaten lain di Flores sudah mengakhiri status darurat dua pekan lalu.
Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit membenarkan berakhirnya status tersebut.
"Status tanggap darurat bencana berakhir malam ini. Fase transisi darurat ke pemulihan akan berlangsung selama 90 hari," kata Bupati Hery saat dikonfirmasi Minggu (28/9/2026) malam.
Hal senada disampaikan Kabag Prokopim Manggarai Timur, Yeni Maria Viani Wajong.
"Masa tanggap darurat sudah berakhir," kata Yeni.
Di Kabupaten Nagekeo, status tanggap darurat berakhir pada 27 September 2026. Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Remigius Jago mengatakan, Nagekeo sudah dua kali perpanjang 14 hari.
"Berakhir masa tanggap darurat sampai 27 September 2026," ujarnya.
Diketahui, Manggarai Timur bahkan memperpanjang hingga tiga kali karena gempa susulan masih terus terjadi.
Ketiga daerah tersebut termasuk wilayah terdampak paling parah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Meski status darurat berakhir, warga masih tinggal di tenda darurat dan sangat membutuhkan bantuan.
Kini, ketiga kabupaten masuk fase transisi darurat ke pemulihan selama 90 hari.