Trending ANGGARAN PESERVASI JALAN NASIONAL RATUSAN MILIAR SETIAP TAHUN, MENGAPA KERUSAKAN MASIH DITEMUKAN?
Kembali Harian Merah Putih

ANGGARAN PESERVASI JALAN NASIONAL RATUSAN MILIAR SETIAP TAHUN, MENGAPA KERUSAKAN MASIH DITEMUKAN?

OPINI REDAKSI HARIAN MERAH PUTIH — SEJAK 2018 Jawa Tengah–Jawa Timur — Pengelolaan anggaran pemeliharaan jalan nasional setiap tahun perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk menjaga kondisi jalan nasional agar tetap aman, nyaman...

Visual artikel Harian Merah Putih.

OPINI REDAKSI

HARIAN MERAH PUTIH — SEJAK 2018

Jawa Tengah–Jawa Timur — Pengelolaan anggaran pemeliharaan jalan nasional setiap tahun perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar untuk menjaga kondisi jalan nasional agar tetap aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat. Namun, berdasarkan pengamatan lapangan yang kami lakukan di sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, masih ditemukan berbagai kondisi yang patut dievaluasi.

Pemeliharaan jalan bukan hanya pekerjaan menambal lubang aspal. Kegiatan preservasi jalan juga mencakup pemeliharaan jembatan, pengecatan bagian tertentu, pembersihan rumput di sepanjang bahu jalan, pemeliharaan saluran drainase, serta pembersihan area bawah jembatan sesuai kebutuhan dan lingkup pekerjaan yang telah ditetapkan.

Pertanyaannya, apakah seluruh pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara optimal sesuai kontrak, spesifikasi teknis, dan anggaran yang tersedia?

Kerusakan Kecil Seolah Terabaikan

Dalam pengamatan di sejumlah lokasi, masih terlihat kondisi yang memerlukan perhatian. Beberapa bagian jembatan tampak kusam dan memerlukan pemeliharaan. Pada bagian tertentu, kerusakan kecil belum terlihat diperbaiki, sementara rumput masih tumbuh di sekitar area bawah jembatan.

Di sejumlah ruas jalan, kondisi bahu jalan dan berem terlihat kurang tertata. Lubang-lubang masih ditemukan, termasuk bagian permukaan aspal yang mengalami kerusakan dan menyerupai genangan kolam ketika hujan. Pada beberapa titik, pengecatan terlihat kurang merata atau mulai kusam.

Temuan tersebut tentu perlu diperiksa berdasarkan lokasi, waktu pengamatan, kondisi teknis, serta ruang lingkup pekerjaan yang berlaku. Namun, apabila kerusakan serupa terus ditemukan dari tahun ke tahun, evaluasi terhadap efektivitas pemeliharaan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

Alasan Anggaran Kurang Perlu Dijelaskan Secara Terbuka

Dalam komunikasi mengenai persoalan pemeliharaan jalan, alasan yang kerap disampaikan adalah keterbatasan anggaran dan panjangnya ruas yang harus ditangani.

Kami memahami bahwa panjang jalan nasional yang harus dipelihara sangat besar, sementara kebutuhan penanganan dapat melampaui kemampuan anggaran yang tersedia. Namun, keterbatasan anggaran seharusnya diikuti dengan penjelasan mengenai prioritas pekerjaan, tingkat kerusakan, target penanganan, dan bagian jalan yang belum dapat diperbaiki.

Masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang masuk akal mengenai bagaimana anggaran pemeliharaan ditetapkan, bagaimana pekerjaan diprioritaskan, dan bagaimana hasilnya dievaluasi.

Jika suatu ruas jalan memiliki banyak titik kerusakan, perlu dijelaskan apakah titik-titik tersebut telah masuk dalam perencanaan, apakah penanganannya telah dilaksanakan, dan jika belum, apa kendalanya.

Jangan Hanya Mengandalkan Rutinitas Anggaran Tahunan

Pemeliharaan jalan nasional memang harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, persoalannya bukan semata-mata apakah anggaran tersedia setiap tahun, melainkan apakah anggaran tersebut menghasilkan kondisi jalan yang semakin baik.

Mengusulkan agar pemeliharaan dilakukan setiap dua tahun sekali tanpa kajian teknis juga bukan solusi yang tepat, sebab sebagian kerusakan membutuhkan penanganan segera demi keselamatan pengguna jalan.

Yang lebih penting adalah evaluasi berbasis kondisi nyata di lapangan. Pemerintah perlu memetakan titik kerusakan secara terukur, menentukan prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan risiko keselamatan, memperkirakan kebutuhan biaya, serta menetapkan target penyelesaian yang dapat diperiksa masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pekerjaan tidak hanya mengikuti rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan setiap ruas jalan.

PPK Perlu Membuka Ruang Klarifikasi

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan unit pelaksana terkait perlu memberikan penjelasan yang transparan mengenai pelaksanaan pemeliharaan di ruas yang menjadi sorotan.

Klarifikasi tersebut setidaknya men

Topik: #Indonesia#Publik